Cara Menggunakan Kartu BPJS ( Panduan Lengkap BPJS Kesehatan)

//
tasikota.com - Cara Menggunakan Kartu BPJS Panduan Lengkap BPJS Kesehatan untuk penerima bantuan BPJS gratis dan bukan penerima bantuan BPJS (membayar iuran) akan di ulas pada postingan tasikota kali ini untuk anda yang sedang mencari informasi tentang panduan layanan dari kartu BPJS yang anda miliki sehingga anda bisa menggunakannya dengan benar dan sesuai prosedur.

BPJS merupakan singkatan dari badan penyelenggara jaminan sosial sebagai salah satu program dari pemerintah untuk di gunakan oleh masyarakat untuk kepentingan seluruh warga masyarakat yang terdaftar sebagai anggota BPJS termasuk BPJS kesehatan yang kali ini akan di bahas dengan tema Cara Menggunakan Kartu BPJS, BPJS kesehatan sebelumnya bernama ASKES yang dinkelola oleh PT askes indonesia persero namun sesuai dengan uu no24 tahun 2011 tentang BPJS maka PT ASKES indonesia berubah nama menjadi BPJS kesehatan.

 BPJS kesehatan terdiri dari dua jenis yaitu BPJS untuk penerima bantuan dari dari pemerintah yang di bagikan secara gratis dan BPJS bukan penerima bantuan yaitu peserta BPJS di wajibkan membayar iuran setiap bulan untuk bisa menggunakan pelayanan dari BPJSD kesehatan ini, lalu siapa saja yang termasuk penerima bantuan dan juga bukan penerima bantuan BPJS tersebut?.


Cara Menggunakan Kartu BPJS ( Panduan Lengkap BPJS Kesehatan)
Cara Menggunakan Kartu BPJS ( Panduan Lengkap BPJS Kesehatan)

PERSYARATAN PESERTA JAMINAN BPJS KESEHATAN

Yaitu setiap orang atau warga dan termasuk orang asing yang bekerja di indonesia dengan masa kerja minimal 6 bulan untuk lebih detailnya yaitu:

1. Penerima bantuan iuran jaminan BPJS kesehatan dari pemerintah yang meliputi : fakir miskin dan orang tidak mampu untuk membayar iuran BPJS kesehatan dengan penetapan peserta yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Peserta BPJS kesehatan yang bukan penerima bantuan dari pemerintah yang terdiri dari:
  • - Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya yang terdiri dari pegawai PNS, anggota TNI POLRI para pejabat negara, pegawai pemerintah yanh bukan pns, pegawai swasta dan juga pekerja lainnya yang menerima upah atau gaji termasuk pekerja asing yang telah bekerja di indonesia sekurang kurangnya 6 bulan.
  • - Bukan Pekerja dan anggota keluarganya yaitu para investor. pemberi kerja, penerima pensiunan. para veteran atau perintis kemerdekaan, para janda dan duda, dan anak yatim piatu dari veteran atau perintis kemerdekaan serta bukan pekerja lain yang membayar iuran.
 

HAK DARI PESERTA JAMINAN BPJS KESEHATAN

1. Para peserta BPJS kesehatan akan mendapatkan karu peserta sebgai bukti sah untuk bisa memperoleh pelayanan kesehatan dari faskes yang di tuju.
2. Para peserta BPJS kesehatan memperoleh manfaat dan informasi tentang hak dan juga kewajiban dan prosedur pelayanan kesehatan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. Para peserta BPJS kesehatan mendapatkan pelayanan kesehatan di faskes yang bekerja sama dengan BPJS kesehatan.
4. Para peserta BPJS kesehatan dapat menyampaikan keluhan atau penngaduan serta kritik dan juga saran baik secara lisan atau tertulis ke kantor BPJS kesehatan

Kewajiban Peserta BPJS Kesehatan

Berikut ini adalah kewjiban para peserta bpjs kesehatan yang harus dilakukan untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

1. Calon peserta bpjs di wajibkan mendaftarkan diri sebagai peserta bpjs serta membayar iuran yang besarannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku setiap bulannya.

2. Para peserta BPJS di wajibkan melaporkan perubahan data peserta baik itu karena pernikahan, perceraian, kematian, kelahiran, pindah alamat atau pindah faskes tingkat 1.

3. Para peserta BPJS harus menjaga kartu BPJS agar tidak hilang atau rusak atau di manfaatkan oleh orang lain yang tidak mendapatkan hak dari kartu tersebut.

4. Para peserta BPJS di wajibkan mentaati semua ketentuan dan juga tata cara pelayanan BPJS kesehatan.

Anggota Keluarga Yang DI Tanggung BPJS kesehatan

1. Pekerja Penerima Upah atau Gaji yang meliputi:
  • keluarga inti yaitu suami istri dan anak yang sah termasuk anak kandung, anak tiri dan anak angkat  sebanyak banyak nya lima orang.
  • Anak kandung atau anak tiri dari perkawinan yang sah dan anak angkat dengan kriteria tidak atau belum pernah menikah atau tidak mempunyai penghasilan sendiri, belum berusia 21 tahun atau 25 tahun yang masih melanjtukan pendidikan formal.
  • Peserta dapat mengikutsertakan anggota keluarga tambahan yang meliputi anak ke 4 dan seterusnya, ayah, ibu dan juga mertrua.
  • Peserta dapat mengikutsertakan kerabat lain seperti saudara kandung, ipar asisten rumah tangga dll.
 2. Pekerja Bukan Penerima Upah dan bukan Pekerja yaitu peserta dapat mengikutsertakan anggota yang di inginkan dengan tidak terbatas.

Iuran Untuk Perserta BPJS Kesehatan

Berikut ini adalah iuran yang harus di bayar oleh para peserta BPJS kesehatan setiap bulannya:
1. Bagi peserta penerima bantuan iuran (PBI) jaminan kesehatan atau iuran BPJS di bayar sepenuhnya oleh pemerintah.
2. Iuran bagi para peserta pekerja penerima upah yang bekerja pada lembaga pemerintahan yang terdiri dari 
 pns, tni, polri, pejabat negara, pegawai pemerintah yang bukan pnssebesar 5% dari gai perbulannya dengan ketentuan 3% di bayar oleh pemberi kerja dan 2% di bayar oleh peserta bpjs.
3. Iuran bagi peserta BPJS penrmina upah yang bekerja di BUMN, BUMD dan swasta swbesar 4,5 % dari gaji perbulan dengan ketentuan 4% di bayar oleh pemberi kerja dan 0.5% di bayar oleh peserta bpjs.
4. iuran untuk keluarga tambahan pekerja penerima upah yang terediri dari anak ke 4 dan seterusnya, ayah , ibu, mertua besaran iuran 1% dari gaji perbulan yang di bayar oleh pekerja penerima upah tersebut.
5. Iuran bgai kerabat lain dari pekerja penermia upah seperti saudara kandung, ipar, asisten rumah tangga dll peserta pekerja bukan penerima upahserta iuran bukan pekerja adalah sebesar:
  • Rp 25.000 per orang perbulan dengan manfaat pelayanan kesehatan di ruang perawatan kelas 3.
  • Rp 42.500 per orang perbulan dengan manfaat pelayanan kesehatan di ruang perawatan kelas 2.
  • Rp 59500 per orang perbulan dengan manfaat pelayanan kesehatan di ruang perawatan kelas 1.
 6. Iuran jaminan kesehatan bagi veteran atau perintis kemerdekaan dan janda atau duda serta anak yaitm piatu dari veteran iurannya di tetapkan sebesar 5% dari 45% gaji pokok pns gol III/A dengan masa kerja 14 tahun, perbulan di bayar oleh pemerintah.
7. pembayaran iuran BPJS kesehatan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya.

Denda Keterlambatan PembayaranIuran BPJS Kesehatan

Berikut ini adalah denda bagi peserta BPJS kesehatan yang terlambat melakukan pembayaran iuran BPJS setiap bulannya yang akan di kenakan sanksi berupa denda dari keterlambatan pembauyaran iuran BPJS kesehatan.

1. Keterlambatan pembayaran iuran untuk pekerja penerima upah akan di kenakan denda administratif sebesar 2% perbulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk 3 bulan yang di bayarkan bersamaan dengan total iuran yang di berikan oleh pemberi kerja kepada peserta BPJS kesehatan.

2. Untuk pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja di kenakan denda keterlambatan sebesar 2% perbulan dari total iuran yang tertunggak palingbanyak untuk waktu 6 bulan yang di bayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak.

Penghentian Layanan Kesehatan Peserta BPJS Kesehatan

Berikut ini adalah penghentain layanan kesehatan bagi para peserta BPJS kesehatan yang tidak membayar iuran melebihi batas waktu yang telah di tentukan dengan masa keterlambatan lebih dari 3 bulan.

1. Bagi pekerja penerima upah, jika terjadi keterlambatan pembayaran iuran lebih dari 3 bulan maka pelayanan kesehatan peserta BPJs tersebuat akan di hentikan sementara sampai meakukan atau melunasi tunggakan keterlambatan pembayaran iuran BPJS tersebut.

2. Bagi pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja jikia terjadi keterlambatan pembayaran iuran lebih dari 6 bulan maka fasilitas kesehatan dari BPJS lesehatan tersebut akan di hentikan sementara sampai mereka melunasi tunggakan iuran pembayaran tersebut.

Fasilitas Kesehatan Bagi Peserta BPJS Kesehatan

Cara Menggunakan Kartu BPJS ( Panduan Lengkap BPJS Kesehatan)
Cara Menggunakan Kartu BPJS ( Panduan Lengkap BPJS Kesehatan)

 

Faskes yang bekerjasama dengan BPJS kesehatan terdiri dari:
1. Faskes tingkat pertama yaitu puskesma, fasilitas kesehatan milik TNI, POLRI, praktek dokter umum dan klinik umum yang bekerja sama dengan BPJS kesehatan.

2.Faskes tingkat lanjutan yang terdiri dari RSUD, RSU, RSUP, RSU TNI, RSU OLRI, RS SWASTA, RS KHUSUS, RS KHUSUS jantung, kanker, paru, mata, bersallin, kusta, jiwa, dan RS khusus lain yang telah terakreditasi, RS bergerak dan RS lapangan. Balai kesehatan paru masyarakat, balai kesehatan mata masyarakat, balai kesehatan ibu dan anak dan balai  kesehatan jiwa

Pelayanan Kesehatan dan Manfaat yang Di Jamin Oleh BPJS Kesehatan

Berikut in9 adalah manfaat yang bisa di rasakan oleh para peserta BPJS kesehatan dengan pelayanan yang di berkan oleh BPJS kepada pesertanya.

1. Pelayanan Tinggat Pertama Yang Meliputi:
  • Administrasi Pelayanan Kesehatan
  • Pelayanan promotif dan preventif
  • pemeriksaan kesehatan, pengobatan dan konsultasi medis
  • Tindakan medis nonspesifik baik operatif maupun non operatif
  • pelayanan obat dab bahajn medis habis pakai
  • transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis
  • Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pertama
  • riwayat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi medis
2. Pelayanana kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang meliputi tinngkat pelayanan kesehatan rawat inapdan rawat jalan yang mencakup
  • Administrasi Pelayanan Kesehatan
  • pemeriksaan pelayanan pengobatandan konsultasi spesialistik oleh dokter spesialis dan subspesialis
  • Tindakan medis spesialistik baik bedah maupun non bedah sesuai dengan indikasi medis
  • pelayanan obat dan medis habis pakai
  • pelayanan penunjang diagnostik lanjutan yang sesuai dengan indikasi medis
  • Rehabilitasi medis
  • pelayanan darah
  • pelayanan kedokteran forensik klinik
  • pelayanan jenazah pada pasien yang meninggal setelah di rawat inap di faskes yang bekerjasama dengan BPJS kesehatan berupa pemulasraan jenazah tapi tidak termasuk peti mati dan mobil jenazah
  • perawatan inap non insentif
  • perwatan inap di ruang insentif
3. Ambulan hanya di berikan untuk rujukan dari Faskes satu ke faskes lainnya dengan tujuan menyelamatkan nyawa pasien

Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Di Jamin Oleh BPJS Kesehatan

Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Di Jamin Oleh BPJS Kesehatan
Cara Menggunakan Kartu BPJS ( Panduan Lengkap BPJS Kesehatan)


Berikut ini adalah pelayanan yang tidak di berikan oleh BPJS kesehatan kepada peserta BPJS sehingg peserta BPJS tidak bisa menggunakan kartu tersebut untuk di gunakan adalah sebagai berikut:
1. Pelayanan Kesehatan yang tidak melalui prosedur sebagai mana diatur dalam pertaturan yang berlaku.
2. Pelayanan Kesehatan yang dilakukan di faskes yang tidak bekerja smaa dengan BPJS kesehatan kecuali dalam keadaan darurat.
3. Pelayanan kesehatan yang telah di jamin oleh program kecelakaan terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakann kerja atau hubungan kerja samapai nilai yang di tanggung oleh program jaminan kecelakaan kerja.
4. Pelayanan kesehatan yang telah dijami oleh progra kecelakan lalu lintas yang bersipat wajib sampai nilai yang di tanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas.
5. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negri.
6. Pelayanan Kesehatan untuk tujuan estetik.
7. Pelayanan Untuk mengatasi infertilitas.
8. Pelayanan untuk meratakan gigi
9. Gangguan kesehatan akibat ketergantungan obat atau alkohol
10. Gangguan kesehatan akibat menyakiti diri sendiri dengan sengaja atau akibat melakukan hobi yang bisa membahayakan diri sendiri
11. pengobatan komplementer alternatif dan tradisional termasuk akupungturatau tusuk jarum, shinshe chiropractic yang belum di nilai efective berdasarkan teknologi kesehatan.
12.pengobatan dan tindakan yang dimedis yang di kategorikan sebagai percobaan.
13. Alat kontrasepsi, makanan bayi dan susu
14. pebekalan kesehatan rumah tangga
15. pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat kejadian luar biasa
16. Biaya pelayanan lainya yang tidak berhubungan dengan manfaat jaminan kesehatan
17.klaim untuk perorangan.

Itulah artikel tentang cara menggunakan kartu BPJS  Pandun lengkap BJPS kesehatan yang di tulis diblog tips dan berita online yang berlaku saat ini dan mungkin untuk kedepannya akan dilakukan perubahan atau pembaruan untuk tujuan jaminan kesehatan masyarakat oleh pemerintah melalui program BPJS kesehatan baik itu yang di tanggung oleh pemerintah yaitu untuk penerima bantuan iuran dan juga bukan penerima bantuan iuran, mudah mudahan artikel ini bermanfaat untuk anda yang mebutuhkannya dan juga mari kita doakan untuk kesembuhan semua orang yang sedang mengalami musibah atau sakit mudah mudahan cepat di sembuhkan ! ( amiin) untuk mengunjungi situs resmi pemerintah tentang BPJS kesehatan ini silahkan kunjungi www.bpjs-kesehatan.go.id .

Artikel Cara menggunakan kartu BPJS ( Panduan Lengkap BPJDS Kesehatan) ini terkait dengan pencarian artikel cara menggunakan kartu bpjs untuk melahirkan, cara menggunakan kartu bpjs ketenagakerjaan, cara membuat kartu bpjs kesehatan, cara membuat kartu bpjs kesehatan secara online, kartu bpjs kesehatan faskes tingkat 1, kartu bpjs kesehatan terbaru, cetak kartu bpjs kesehatan.

Teimaksih sudah membaca artilel tentang Cara Menggunakan Kartu BPJS ( Panduan Lengkap BPJS Kesehatan).
Post a Comment